<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menulis Dengan Hati</title>
	<atom:link href="http://agungyulianto.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agungyulianto.net</link>
	<description>Materi personality, kisah, spiritual, entrepreneurship, hikmah, bersumber dari Islam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 09:43:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Testimoni Peserta Spiritual Healing, Program Bijak Cemerlang</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=205</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=205#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 09:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[pbc hpa]]></category>
		<category><![CDATA[program bihak cemerlang]]></category>
		<category><![CDATA[spiritual healing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM
SEBERKAS CAHAYA KARUNIA RAMADLAN
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Subhanallah, yang menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan. Puji Syukur hanya bagi-Nya yang dengan nikmat dan karunia-Nya, saya diberikan kesempatan untuk mengikuti Program Bijak Cemerlang (Spiritual Healing) HPA.
Rasanya banyak sekali kedahsyatan dan kelebihan yang saya alami selama program ini berlangsung, terlebih ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM</p>
<p align="center"><strong>SEBERKAS CAHAYA KARUNIA RAMADLAN</strong></p>
<p>Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Subhanallah, yang menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan. Puji Syukur hanya bagi-Nya yang dengan nikmat dan karunia-Nya, saya diberikan kesempatan untuk mengikuti Program Bijak Cemerlang (Spiritual Healing) HPA.</p>
<p>Rasanya banyak sekali kedahsyatan dan kelebihan yang saya alami selama program ini berlangsung, terlebih ketika Ust. Agung Yulianto, sebagai trainer yang mengisi SPiritual Healing dengan kelembutan suara khas beliau yg empuk, mampu membius seluruh peserta yang hadir diruangan yang sejuk dengan AC yang setia menghembuskan hawa sejuknya. Saya adalah salah satu dari sekian banyak peserta yang terpukau, larut dalam fikiran dan emosi dengan konsep spiritual healing yang beliau sampaikan dengan penuh keikhlasan. (Subhanallah) bagaimana tidak? Jika ternyata hampir semua peserta dibuat tertawa dan menangis terisak isak oleh jurus jurus jitu yang beliau unjukkan.</p>
<p>Tidak mau panjang lebar, saya hanya ingin menyampaikan pengalaman yang teramat sangat dahsyat dari sekian banyak kedahsyatan yang tidak bisa saya tulis. Bermula ketika saya mengikuti pelatihan sholat khusyu&#8217; (qiyam al-lail) di sepertiga malam sebagai salah satu manifestasi dari konsep spiritual healing itu sendiri. Di dalam saya melaksanakan sholat, saya berusaha sekuat mungkin untuk bisa menghadirkan sholat yang khusyu&#8217;, pasrah, berserah diri sepenuhnya hanya kepada Allah Azza Wajalla.</p>
<p>Perlahan dan dengan penuh keihklasan, hampir di setiap gerakan sholat, saya merasa betul betul ada suasana yang berbeda, nyamaann, dan tenaaang. Subhanallah, ketika mulai sujud, saya menaaaaangis terisak isak, total berserah diri, semua urusan duniaku, problematika kehidupan, rizki, karir dan lainya, saya serahkan managementnya hanya kepada Dzat Yang Maha Mengatur alam raya ini, dan ini adalah kali pertama saya sholat dengan benar benar tangisan ampunan. Sampai sampai, seandainya saya tidak ingat kalau tubuhpun butuh asupan gizi (saur), sepertinya sayapun enggan untuk beranjak makan sahur, yang ada hanyalah ingin teruuus dan teruuusss menikmati dialog saya dengan Allah dalam sujud panjangku. (subhana rabbiyal a&#8217;laa wabihamdih).</p>
<p>Pengalaman spiritual ini berlanjut ketika saya membuka mushaf ustmani kesayangan selepas qobliyah subuh. Sambil menanti iqomah sholat subuh, tanpa sadar, seakan otak dan telapak tangan saya bekerjasama untuk membuka dan membaca surat Annur ayat 28-36, yang sama sekali tidak saya rencanakan sebelumnya. Lalu saya baca untaian mutiara hikmah itu dengan tartil dan berusaha memahami maknanya. Subhanallah,,, Dahsyat&#8230;!!! Allah seakan akan berbicara langsung kepada saya melalui ayat-ayat suci-Nya, memberikan teguran, solusi dan jawaban atas permasalahan permasalahan yang saya adukan ketika sujud (qiyam al-lail).</p>
<p>Selepas jamaâh shubuh, dengan penuh penasaran, sayapun bergegas ke kamar tidur, untuk membuka, membaca, mengulang kembali, dan menelaah surat yang tadi dibaca. Dan benar, mudah-mudahan ini adalah petunjuk dari-Nya. Saya merasa begitu yakin bahwa itulah jawaban, jalan keluar dan solusi yang harus saya yakini dan kerjakan dari keluh kesahku kepada-Nya saat qiyamullail. Subhanallah ini adalah karunia Allah Yang Sangat Luar Biasa.</p>
<p>Belum puas dengan itu, sayapun melanjutkan untuk membaca dan menelaah dua ayat setelahnya, (lihat) surat an-nur ayat 37-38. Saya memang bukan ahli tafsir, tapi saya mencoba merenung dan memahami beberapa menit untuk menemukan setitik makna dari beribu makna yang tersirat dari dua ayat tersebut. Dan subhanallah kedua ayat itu semakin meyakinkan saya untuk terus berjuang dan komitmen dengan HPA. Karena saya merasa HPA lah satu satunya bisnis saat ini yang benar benar syar&#8217;ie dan bisa mensyariatkan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya. Allahu Akbar!!!</p>
<p>Melalui tulisan ini, semoga Allah selalu membimbing kita, mengarahkan, menjagalisan dan setiap gerakan kita agar senantiasa berada dalam rel dan rute yang Allah Ridloi, serta memberikan kekuatan besar kepada kita untuk mengikuti jejak langkah salafuna sholih dengan penuh keimanan dan taqwa.</p>
<p>Dan saya pribadi memohon maaf, jika dalam tulisan ini ada kesalahan dan mungkin berlebihan, ini semua semata mata saya lakukan hanya ingin (tahadduts bin-nikmah) berbagi syukur atas apa Yang Allah Karuniakan kepada hamban-Nya yang lemah dan faqir ini.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam Bishowaaab.</p>
<p>Wassalamu ala man ittaba&#8217; al hudaa.</p>
<p>***Muhammad Saifullah. (Ciputat)***<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
www.herbastoreindonesia.kassa9.com<br />
www.alwahida.kassa9.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=205</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Positif Feeling Setiap Saat</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=202</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=202#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 05:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[Personality]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Ciptakan Positive Feeling dalam setiap event Anda. Maka rasa Positif akan muncul ketika Anda melakukan event yg sama di masa yad! Inilah Inti Sukses dan Bahagia.
Seorang anak yg merasa senang ketika datang pertama kali ke sekolah. Maka rasa senang akan muncul kembali ketika setiap ia akan ke sekolah.
Sebaliknya jika seorang anak merasa kesal, marah, sebal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ciptakan Positive Feeling dalam setiap event Anda. Maka rasa Positif akan muncul ketika Anda melakukan event yg sama di masa yad! Inilah Inti Sukses dan Bahagia.</p>
<p>Seorang anak yg merasa senang ketika datang pertama kali ke sekolah. Maka rasa senang akan muncul kembali ketika setiap ia akan ke sekolah.</p>
<p>Sebaliknya jika seorang anak merasa kesal, marah, sebal ketika pertama kali ke sekolah. Maka rasa itu akan muncul kembali setiap ia akan ke sekolah di masa yad.</p>
<p>Maka sertai setiap event Anda dg rasa syukur, ikhlas dan bahagia, maka rasa inipun akan muncul dalam setiap events Anda. Dibuktikan dengan hadirnya senyum, keramahan dan kedermawanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=202</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Hidup Sederhana Para Miliarder</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=198</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=198#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 13:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[miliarder sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[zuhud sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Lebih mudah mencari uang daripada membelanjakannya. Anda percaya katakata itu? Namun, itulah jargon Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia yang menghimpun pundi-pundi harta sampai 47 miliar dolar AS. Kalimat ini tentu mudah diucapkan para miliarder yang kelebihan duit. Namun, Buffet benar-benar serius dengan ucapannya itu.
Pada 2006 dia menghibahkan 83 persen kekayaannya senilai 37 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih mudah mencari uang daripada membelanjakannya. Anda percaya katakata itu? Namun, itulah jargon Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia yang menghimpun pundi-pundi harta sampai 47 miliar dolar AS. Kalimat ini tentu mudah diucapkan para miliarder yang kelebihan duit. Namun, Buffet benar-benar serius dengan ucapannya itu.<span id="more-198"></span></p>
<p>Pada 2006 dia menghibahkan 83 persen kekayaannya senilai 37 miliar dolar AS yang sebagian besar dalam bentuk saham ke Yayasan Bill Gates, pemilik Microsoft yang menjadi orang terkaya nomor dua dunia. Dua persen lagi kekayaannya juga dihibahkan ke berbagai yayasan dan proyek amal.</p>
<p>Setahun sebelumnya, Buffet dan Gates bertemu secara pribadi. Pertemuan hanya dijadwalkan berlangsung setengah jam. Ketika keduanya bersua, pertemuan molor sampai 10 jam. Gates menjadi pe ngagum berat Buffet.</p>
<p>Hingga kini, Buffet masih tinggal di rumah yang dibelinya 50 tahun lalu seharga 31.500 dolar AS di Omaha, Nebraska. Rumah yang cukup besar, tapi sederhana, masih seperti ketika pertama kali dibeli. Bentuk rumah berdinding kayu tanpa pagar itu bahkan lebih mirip gudang pertanian ( barn) model gambrel.</p>
<p>Setiap hari Buffet membawa sendiri mobilnya Cadillac DTS tanpa sopir pribadi, bahkan pengawal. Walau perusahaan investasi miliknya, Berkshire Hathaway, mengendalikan 63 perusahaan, sang bos besar tak pernah membawa telepon genggam. Buffet juga jarang bergaul dengan kalangan jetset. Selesai dari kantor dia langsung pulang ke rumah, membuat popcorn dan nonton televisi, atau memainkan ukulele.</p>
<p>Satu-satunya kemewahan yang tampak hanyalah pesawat jet pribadi Gulstream IV milik Berkshire Hathaway, yang sebelumnya enggan dia beli karena dianggap pemborosan. Kebetulan Berckshire ju ga menguasai perusahaan penye waan jet pribadi, Netjets, dan Exe cutive Jet Aviation. Ketika ditanya mengapa tak membeli yacht, dia bilang, Kebanyakan dari mainan itu hanya bikin pening kepala.</p>
<p>Menyumbang diam-diam Gaya hidup miliarder yang seperti orang kebanyakan tak hanya dilakoni Buffet. Carlos Slim, raja telekomunikasi Meksiko de ngan kekayaan 53 miliar dolar AS dan baru saja menjadi orang terkaya dunia mengalahkan Bill Gates, juga masih tinggal di rumah yang sama selama 40 tahun. Slim pun tak punya pesawat jet pribadi atau kapal pesiar yacht.</p>
<p>Ingvar Kamprad, pendiri perusahaan furnitur Ikea dari Swedia, terkenal dengan kutipannya, Orang-orang Ikea tidak suka bermobil mewah atau menginap di hotel mahal. Prinsip itu berlaku juga baginya. Kamprad suka terbang dengan pesawat kelas ekonomi. Bila bepergian, ia sering menggunakan angkutan umum atau mengendarai mobil tuanya, Volvo 240 GL.</p>
<p>Frederik Meijer juga mirip Kamprad. Pemilik jaringan hipermarket Meijer di kawasan Midwest, Amerika Serikat (AS), ini mempunyai kekayaan 5 miliar dolar AS. Namun, Meijer me ngendarai mobil biasa sampai mo bil itu benar-benar mogok. Selain hanya memakai penerbangan kelas ekonomi, di luar kota Meijer memilih menginap di motel.</p>
<p>Tapi, yang paling unik dari semuanya adalah Chuck Feeney, pendiri Duty Free Shoppers Group Ltd (DFS). Dia punya moto, Saya dibentuk untuk bekerja keras, bu kan untuk menjadi kaya. Feeney kebetulan lahir dari keluarga miskin. Kini, dia sudah kaya raya, tapi tetap bekerja keras dan juga beramal besar. Feeney mendona sikan 600 juta dolar AS ke almamaternya Cornell University, ke berbagai sekolah, pusat riset, dan rumah sakit.</p>
<p>Sekitar 3,5 miliar dolar AS hasil penjualan sahamnya di DFS tahun 1984 masuk sebagai dana milik yayasan amalnya. Semua itu disumbangkan oleh pria keturunan Irlandia itu secara rahasia. Yayasan amalnya sengaja didirikan di Bermuda untuk menghindari kewajiban keterbukaan informasi dari kantor pajak AS.</p>
<p>Sampai akhirnya awal 1998, muncul sengketa dengan Robert Miller, sesama pendiri DFS, dalam penjualan saham DFS oleh yayasan amalnya. Terbongkarlah amal-amal sumbangan Feeney ke publik dan memaksanya turun gunung. Urusan uang memang menarik bagi banyak pihak. Tapi, tak ada yang bisa memakai dua pasang sepatu secara bersamaan,ucap Feeney kepada harian New York Times.</p>
<p>Ucapan itu menjelaskan kenapa sampai tahun 1998 hartanya tinggal 5 juta dolar AS. Feeney bahkan tak punya rumah ataupun mobil, dan lebih sering menggunakan angkutan umum. Anakanak Feeney pun dibesarkan sebagai anak orang biasa yang menghabiskan liburan musim panasnya dengan bekerja. Arloji yang dipakainya pun hanya seharga 15 dolar AS. Bahkan, orang terdekatnya mengatakan,Kalau dijual pun hanya laku 5 dolar AS. ap/times/business week</p>
<p>Contoh lainnya orang yang menjalankan &#8216;pola hidup sederhana&#8217; adalah Azim Hasham Premji.<span style="line-height: 19px;"> </span>Pendiri Wipro (Perusahaan consultan dan outsorcing) yang beberapa tahun menempati tahta sebagai orang terkaya di India (Konon pernah kekayaannya melebihi Bill Gates) ini terkenal menerapkan pola hidup sangat &#8216;frugal&#8217; (antara sederhana dan irit). <br style="line-height: 1.22em;" /><br style="line-height: 1.22em;" />Kemana-mana mengemudikan sendiri mobil Corollanya, naik pesawat selalu kelas ekonomi, bila sedang mengunjungi kantor cabang selalu tidur di mess perusahaan dan bukannya hotel bintang lima. <br style="line-height: 1.22em;" /><br style="line-height: 1.22em;" />Di kalangan bisnis dan Wipro juga dikenal berusaha secara &#8216;bersih&#8217;, menolak memberikan suap pada pejabat-pejabat di India. No mean feat, untuk seorang pengusaha di negara yang rating suapnya tidak terlalu jauh beda dengan Indonesia.<span style="line-height: 19px;"> </span>Yang jelas beliau terlahir di keluarga Muslim di Gujarat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=198</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan dan Kesan Peserta PBC</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=193</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=193#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 03:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[pbc hpa]]></category>
		<category><![CDATA[quantum personality]]></category>
		<category><![CDATA[spiritual entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah PBC terlaksana dengan sangat memuaskan. Jumlah peserta 37 orang. Berikut komentar-komentar peserta. Komentar-komentar singkat tidak disertakan :
Aditya, Pasar Rebo Jakarta
Para nara-sumbernya berkompeten dan ahli di bidangnya.
Alhamdulillah ini seperti kuliah singkat padat tapi suatu yang luar biasa… ternyata Subhanallah ilmu2x kesehatan Islam itu sangat sempurna. Sangat banyak yang baru saya sadari dan menyesal baru mengetahui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah PBC terlaksana dengan sangat memuaskan. Jumlah peserta 37 orang. Berikut komentar-komentar peserta. Komentar-komentar singkat tidak disertakan :</p>
<p>Aditya, Pasar Rebo Jakarta<br />
Para nara-sumbernya berkompeten dan ahli di bidangnya.<br />
Alhamdulillah ini seperti kuliah singkat padat tapi suatu yang luar biasa… ternyata Subhanallah ilmu2x kesehatan Islam itu sangat sempurna. Sangat banyak yang baru saya sadari dan menyesal baru mengetahui ini sekarang.<span id="more-193"></span></p>
<p>Zulfa, Bekasi<br />
Selama saya mengikuti PBC ini hati saya sangat tersentuh. Untuk materinya sangat bagus, terutama di saat Pak Agung memberikan bagaimana caya khusyu’, selama ini saya sholat jarang / tidak pernah khusyu’. Alhamdulillah, saya jadi tau apa saja yang dihalalkan dan diharamkan ternyata yang slama ini saya pakai masih ada yang berbau syubhat. Saya jadi tahu cara mendeteksi penyakit lewat telapak tangan.</p>
<p>Eviaty, Cijantung<br />
PBC insya Allah dapat mengubah mind-set (pola pikir) kita dari yang lebih banyak negative thinking menuju ke arah positive thinking, memotivasi selalu dapat bersyukur atas rahmat Allah yang kita anggap sedikit padahal begitu luas seperti samudera. Tiada yang lebih indah daripada merasakan kecintaan dan kedekatan kita kepada Allah melalui shalat-shalat yang khusyu’ dan itu perlu perjuangan dari diri kita, bermula dari makanan dan minuman yang jelas halalnya. Trainernya penuh semangat dan enerjik. Training ini bs menjadi solusi umat.</p>
<p>Panggih W, Jakarta</p>
<p>Alhamdulillah, mengikuti PBC ini semakin merasakan kejayaan Islam. Dan kejayaan itu telah nyata dan sedang berjalan yakni dengan tegaknya Farmasi Islam.</p>
<p>Nurmadiah, Jakarta<br />
Setelah saya ikut PBC ini saya baru sadar kalau saya bukan orang lemah, saya bukan orang miskin, saya ini kuat, sehat dan kaya. Kemudian mata hati saya terbuka, saya lihat tangan saya ada mengalir darah dari barang syubhat yang saya tidak kuasa menolaknya. Ilmu saya bertambah, keyakinan saya bertambah, teman2 saya juga bertambah, dan kalo saya sukses insya Allah semua yang saya inginkan juga bertambah. Dan yang terpenting saya bisa selalu ber-husnuzhan kepada Allah.</p>
<p>Zainal Abidin, Jakarta<br />
Presentasi sangat bagus dan saya sangat senang sekali bisa ikut PBC. Dengan adanya PBC saya merasa hidup kembali jiwa dan raga saya. Saya merasa bangkit dari tidur panjang dan tidak terasa sampai sebelum ikut PBC ini? Sekarang saya bisa lebih tau mana produk halal dan haram. Saya bisa lebih tahu mengenai obat2 herbalis …</p>
<p>Suriyono, Jember Jatim</p>
<p>Luarrrrr Biaasa, Dahsyat, Allohu Akbar&#8230; Subhanalloh, terasa seperti bangun dari tidur panjang, setelah mengikuti tahapan demi tahapan PBC, saya merasakan lebih fresh, hati menjadi lapang, semua terasa menjadi mudah, optimis, optimis, optimis. Saya akan menjadi pribadi yang sukses, bermanfaatm baik untuk pribadi maupun orang lain. Allohu Akbar.</p>
<p>Elis Latifah, Jakarta</p>
<p>Kesan saya ikut PBC, asyik, enjoy, fun dan kekeluargaan. Walaupun jadwal padat, kondisi fisik agak lelah tapi tetap semangat dan ceria. Alhamdulillah pengetahuan saya tentang herbalogy, Pembetulan Tulang Belakang (PTB), Thibbun Nabawy, Spiritual Entrepreneurship dll menjadi bertambah. Intinya saya dapat banyak ilmu-ilmu baru yg subhanallah luar biasa. Makacih ya PBC.</p>
<p>Faishal, Jakarta</p>
<p>Subhanallah, ALhamdulillah, Laailaaha illallah, Allahu Akbar! Materi-materinya OK banget! Materi Pa&#8217; Agung membuka &#8220;mindset&#8221; saya sehingga saya Alhamdulillah bertekad untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik dari kemarin dan menjadi hamba yg selalu bersyukur atas segala nikmat Allah Azza Wa Jalla. Allahu Akbar.</p>
<p>Iwan Rifai, Jakarta<br />
Pertama saya datang, saya kira hanya memperdalam apa yang sudah saya peroleh di THS dan ternyata banyak sekali nilai2 lebihnya. Ketika saya masuk ke ruang, yang saya kira biasa2 saja, ternyata luar biasa adanya sambutan dari nasyid. Presenter-presenternya sangat berbeda dengan training lain yang pernah saya ikuti. Di PBC ini bukan hanya dapat ilmu kesehatan tapi yang terpenting adalah ilmu tentang Keislaman dan kesejukan iman/hati. Sebenarnya banyak yg ingin saya ceritakan tapi berhubung sdh hrs dikumpulkan panitia, jadi sudah dulu yach!!</p>
<p>Yanusani Alugoro, Ceger, Cipayung, Jaktim</p>
<p>Alhamdulillah sungguh luar biasa. Ilmu pengetahuan yg Allah SWT tunjukkan yg saya dapat menerimanya dari acara PBC ini. Semoga ilmu yg saya dapat ini bisa saya terapkan pada keluarga dan masyarakat. Saya tak dapat melukiskan. Pokoknya dahsyat&#8230;!!! Membuka hati&#8230;!! Membuka Pikiran&#8230;!! dan membuat hidup lebih hidup..! Dan lebih mengetahui esensi kita hidup di dunia ini.</p>
<p>Triyono, Jakarta</p>
<p>PBC Luar Biasa, acaranya dahsyat. Terbuka pikiran dan hati semuanya tercerahkan. Ekonomi Islam Jaya. Maju terus Thibbun Nabawy.</p>
<p>Sunarko, Jakarta</p>
<p>Sungguh-sungguh luar biasa PBC ini. Apa yang saya dapat jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan sebelumnya. Ilmu yang didapat sangat banyak terutama halal-haram dan Spiritual Entrepreneurship, tak ditemui dimanapun! Insya Allah, saya akan berjuang di jalan ini.</p>
<p>Wagiman, Menteng, Bogor Barat</p>
<p>Pelatihan ini sangat luar biasa. Membuat wawasan saya semakin bertambah luas dan religius. Walau usia saya sudah tua tapi terasa baru lahir kembali.</p>
<p>Trianto Sugeng</p>
<p>Pemateri bagus-bagus, terutama ketika ustadz Agung Yulianto memberikan materi Spiritual Entrepreneurship. Mata hati kita menjadi terbuka. Bagaimana kita sukses dalam menjalani kehidupan. Subhanallah&#8230;.</p>
<p>Nurul Fahmi, Jakarta<br />
Materinya ust. Agung, Quantum Spiritual isinya padat, mantap, Subhanallah. Karena yang ditanamlan adalah pondasi dari semua aspek kehidupan. Pembicaranya oke-oke dan profesional apalagi ust. Haerudin semangat banget.</p>
<p>Warisun, Jakarta<br />
Selama 2 hari mengikuti PBC sangat puas sekali mulai yang pertama Materi pelajaran dari guru2 pengajar langsung membuka wawasan serta berjuang semata2 untuk Alloh dan benar2 saya diberi petunjuk kebenaran yang nyata, semoga Alloh selalu melimpahkan keberkahan kepada kita semua dan untuk para leader, terima kasih atas bimbingannya, Amien. Allohu Akbar!</p>
<p>Suhery Abdullah, jakarta<br />
Pak Agung materinya bagus sekali, baik dan benar.</p>
<p>Doni Astoto, mantan Anggota Dewan Tangerang Banten<br />
Materi yang disampaikan sangat baik karena bagi saya ini hal yang baru. Disamping keilmuan saya dalam bidang kesehatan dan herbal juga peningkatan keimanan dan semangat berjuang. Saya ingin kegiatan ini berkelanjutan krn bagi saya training ini belumlah cukup.</p>
<p>Nur Ali, Jakarta<br />
PBC ini lebih menggugah semangat spiritual saya. Semoga ilmu batin ini dapat melekat kuat dalam qolbu saya agar saya makin kuat menjalani dinamika hidup saya.</p>
<p>Mundari, jakarta<br />
Luarrrr Biasa Dahsyatttt!!!! Nich acara, seumur hidup saya sering mengikuti acara pelatihan bisnis, baru kali ini yang dikemas dengan begitu baik dalam bingkai Islami, dan kualitasnya justru lebih baik dari pelatihan2 yg sebelum yg pernah saya ikuti.</p>
<p>Apriansyah, jakarta<br />
Pertama kali saya ikut PBC hanya ingin mengetahui tentang Thibbun Nabawy tetapi saya mendapatkan lebih lagi terutama sikap bersyukur dan spiritual saya meningkat.</p>
<p>Kusmo, Bekasi<br />
Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan mengenai keilmuan Islam dan kesehatan. Manfaat yg saya ambil dalam waktu singkat ini saya lebih berpikir positif. Menyadarkan saya bahwa ilmu saya masih sangat minim shg saya hrs lebih banyak belajar dari para leader.</p>
<p>Nur Jannah, Bekasi<br />
Subahannoh, baik sekali untuk kehidupan dunia dan akherat, keluarga, lingkungan dan masyarakat. Harus tetap berjalan sampai titis darah penghabisan (jihad).</p>
<p>Hikayat, Ciamis<br />
Subhanalloh, walhamdulillah, Allohu Akbar.. Luar biasa sekali. Semoga ada pelatihan lanjutannya. Dan saya minta pelatihan seperti ini diadakan di Ciamis, banjar dan Tasik.</p>
<p>Winar Listiyani, Cijantung<br />
Alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah tuk bisa mengikuti PBC ini. Sebab… sangat rugi kalau tidak bisa ikut, karena selama pelatihan benar-benar menyadarkan saya akan berbagai kesalahan saya selama ini dan memotivasi saya tuk “harus lebih baik” dan pantang menyerah. Presenternya oke-oke.</p>
<p>Agus Nizami, Jakarta<br />
Presentasi sangat bagus dan menarik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=193</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyerahkan Pengaturan pada Allah</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=188</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=188#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 04:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu athaillah]]></category>
		<category><![CDATA[pengaturan Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Maqam tertinggi dari seorang Salik (Penempuh Jalan Ruhani) adalah ketika secara bulat menyerahkan seluruh urusan hidupnya pada Allah. Siapapun yg menyerahkan pengaturan dirinya kepada Allah, maka Allah SWT akan memberikan pengaturan terbaik untuknya (al-Tanwir fi isqath al-Tadbir karangan Ibn AthaiLlah).
Bentuk berserah diri kepada Allah persis seperti awal shalat. Takbir berarti mengakui bahwa hanya Allah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maqam tertinggi dari seorang Salik (Penempuh Jalan Ruhani) adalah ketika secara bulat menyerahkan seluruh urusan hidupnya pada Allah. Siapapun yg menyerahkan pengaturan dirinya kepada Allah, maka Allah SWT akan memberikan pengaturan terbaik untuknya (al-Tanwir fi isqath al-Tadbir karangan Ibn AthaiLlah).<span id="more-188"></span></p>
<p>Bentuk berserah diri kepada Allah persis seperti awal shalat. Takbir berarti mengakui bahwa hanya Allah yang Maha Besar. <em>Laa Quwwata illa biLlahi</em>. Do&#8217;a <em>iftitah</em> mengajarkan untuk menyerahkan seluruh diri kita, fisik, perasaan dan pikiran, kepada Pencipta langit dan bumi, dan agar kita termasuk dalam orang yang lurus dan berserah diri (<em>haniifan musliman</em>) dan bukan termasuk orang yang musyrik. Selanjutnya menandaskan bahwa seluruh shalat, ibadah, hidup dan mati hanya untuk Allah Rabb semesta alam, dan kita tidak pantas mensekutukan dengan sesuatupun, dan demikianlah kita diperintahkan dan semoga kita termasuk orang yang berserah diri.</p>
<p>Sadari sikap ini dengan sepenuh pikiran dan perasaan, siap diatur oleh Allah SWT. Hanya Allah tempat bergantung sedangkan diri kita tidak ada apa-apanya. Ketika kita menggantungkan hanya kepada Allah (1) dan kita menisbikan diri (0) maka kita jumpai 1 dibagi 0 adalah tidak berhingga.</p>
<p>Seorang ustad ditanya oleh jama&#8217;ah pengajian ibu-ibu, &#8220;apa hukumnya melahirkan dibantu dokter pria sedangkan ada dokter wanita?&#8221;. Sang ustad mengatakan, &#8220;Bayi gajah jauh lebih besar dari bayi manusia, dan lubang keluar bayi gajah tidak lebih besar dari lubang keluar bayi manusia, tetapi tidak ada bayi gajah dilahirkan Cesar. Sedangkan manusia sekarang lebih 50% melahirkan bayinya dengan cesar&#8221;.</p>
<p>Ketika manusia bergantung dan mengandalkan kepada selain Allah, maka Allah akan menyerahkan urusan dan hasilnya pada apa yang ia gantungi. Selanjutnya hidupnya hanya akan mengikuti kaedah sebab-akibat belaka, yang lemah tidak memiliki kekuatan apa-apa.</p>
<p>Sebaliknya, dengan mengandalkan pertolongan Allah berarti kita mengandalkan kekuatan yang tak berhingga sebagaimana nabi Musa menyeberangi laut Merah, nabi Ibrahim tidak terbakar api, umat Islam mampu memimpin peradaban dunia selama 700 tahun, dan Rasulullah SAW dari seorang diri hingga kini lebih dari 1,5 miliar manusia beriman kepada Allah SWT.</p>
<p>Bagaimana prakteknya?<br />
Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti menempuh jalan Allah. Jalan lurus, jalan yang Allah berikan ni&#8217;mat, jalan para nabi, shiddiqiin, jalan para syuhada dan orang-oang shalih. Siapa yang menempuh jalan ini akan mendapatkan kebahagiaan dan keni&#8217;matan haqiqi, menjumpai surga dunia sebelum pada akhirnya memasuki surga akhirat yang abadi.</p>
<p>Menyerahkan pengaturan kepada Allah berarti tidak akan mengambil jalan yang tidak diridhoi Allah, memaksakan segala cara untuk memuaskan nafsunya semata.</p>
<p>Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti melakukan ikhtiar secara maksimal. Ia menyadari bahwa, setelah menyerahkan pilihan hidup dan pengaturan urusannya kepada Allah, kewajibannya hanyalah menjalankannya dengan sepenuh tenaga, segenap fikiran dan kesungguhan. Barulah ia boleh tawakal dengan ikhlash dan penuh ridho, mengembalikan hasilnya kepada Allah. Dan selanjutnya kembali siap mendapatkan arahan untuk pengaturan selanjutnya.</p>
<p>Menyerahkan pengaturan kepada Allah bukanlah menjadi berkinerja rendah. Sebagaimana, salah satu definisi zuhud, sebagai salah satu sifat utama seorang salik, adalah &#8220;<em>hariitsun &#8216;ala maa yanfa&#8217;uh</em>&#8221; atau getol bersungguh-sungguh pada hal yang bermanfa&#8217;at. Hal ini menjelaskan bahwa, orang yang bekerja dengan motivasi keimanan seharusnya melahirkan kinerja yang jauh melampaui orang yang bekerja dengan motivasi keduniaan.</p>
<p>Serahkan pengaturan pada Allah dan bersiaplah memasuki Dimensi Quantum (Dimensi Keimanan) yang luar biasa. Bersiaplah menyaksikan kuasa Allah wujud dalam keseharian kita. Bersiaplah menempuh jalan spiritual yang berisi keni&#8217;matan haqiqi. http://agungyulianto.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=188</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khusyu&#8217; = Ucapan/Gerakan + Pikiran + Perasaan = Quantum</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=169</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=169#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 23:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[cara shalat khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[quantum khusyu']]></category>
		<category><![CDATA[shalat khusyu']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin mendefinisikan khusyu’ dari prespektif yang lain. Khusyu’ adalah sinkronnya ucapan/gerakan dengan pikiran dan perasaan. Ketika ketiganya bersatu, dan terfokus padahal yang sama, maka itulah puncak kekhusyu’an. Dan pada saat ini, do’a atau ibadah kita memasuki “dimensi quantum” (Dimensi Keimanan), yang akan diistijabah oleh Allah SWT. Ujiibu da’watad daa’i idzaa da’aan. “Aku mengabulkan permohonan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin mendefinisikan khusyu’ dari prespektif yang lain. Khusyu’ adalah sinkronnya ucapan/gerakan dengan pikiran dan perasaan. Ketika ketiganya bersatu, dan terfokus padahal yang sama, maka itulah puncak kekhusyu’an. Dan pada saat ini, do’a atau ibadah kita memasuki “dimensi quantum” (Dimensi Keimanan), yang akan diistijabah oleh Allah SWT. <em>Ujiibu da’watad daa’i idzaa da’aan</em>. “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”.<span id="more-169"></span>Orang yang sama sekali tidak khusyu’, ucapan dan gerakannya (fisik) tidak diikuti oleh pikiran dan perasaannya. Bibir lidahnya berdo’a dan tubuhnya ruku’ namun pikirannya entah kemana, perasaannya tidak sinkron dengan ucapannya.</p>
<p>Dalam tingkatan yang lebih tinggi, ucapan dan gerakannya sudah disertai dengan memahami artinya (pikiran) namun belum diikuti perasaannya. Orang yang memahami bahasa Arab, ia akan memahami apa yang ia ucapkan, namun belum tentu merasakan apa yang ia baca. Ia paham makna ayat tentang adzab neraka, namun belum tentu muncul perasaan takut dalam hatinya.</p>
<p>Ada juga orang yang lisan dan gerakannya sudah diikuti oleh perasaannya walaupun tidak memahami artinya. Misalnya, orang Indonesia, yang tidak bisa bahasa Arab, namun ia bisa ikut menangis ketika shalat di Masjidil Haram di tengah lautan manusia yang menangis, walaupun mungkin ia tidak memahami arti bacaan yang dilantunkan oleh imam.</p>
<p>Tingkatan khusyu’ tertinggi adalah ketika ucapan/gerakannya diikuti oleh pikiran dan disertai oleh perasaannya. Ketika ketiga hal ini sinkron, sungguh akan dahsyat dan memberikan kekuatan spiritual yang berlipat. Ia mampu memasuki dimensi quantum (keimanan) yang tidak terbatas.</p>
<p>Lantas, Bagaimana menghadirkan kekhusyu’an dalam shalat? Untuk bisa menyatukan ucapan/perbuatan dengan pikiran dan perasaan, Anda membutuhkan latihan dan pembiasaan yang berkelanjutan. Anda harus berusaha pantang menyerah untuk memperoleh kenikmatan luar biasa ini. <em>Wa innaha lakabiirotun illa ‘alal khosy’iin.</em> Dan sesungguhnya hal itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8217;.</p>
<p>Hal ini diawali dengan mempu mengucapkan bacaan-bacaan shalat dan melakukan gerakan-gerakan shalat dengan benar. Untuk itu, Anda harus memahami fiqih shalat dengan baik.</p>
<p>Selanjutnya, untuk menyelaraskan ucapan/gerakan dengan pikiran, maka Anda harus memahami arti bacaan-bacaan shalat yang dibaca. Tidak sulit melakukannya, karena bacaan shalat tidak terlalu banyak dan diulang-ulang. Sungguh sangat na’if, sudah bertahun-tahun shalat namun tidak memahami apa arti bacaan shalat yang ia baca. Jika Anda belum memahami arti dalam seluruh bacaan-bacaan shalat, STOP! Sekarang ambil Buku Panduan Shalat dan pahami serta hapalkan dulu artinya.</p>
<p>Yang lebih sulit adalah dalam menyelaraskan gerakan, fikiran dengan PERASAAN. Perasaan dapat dirasakan di dada. Rasa yang muncul harus sesuai dengan apa yang dibaca maupun gerakan shalat yang tengah dilakukan. Jika sudah bisa, tinggal memperkuat intensitasnya.</p>
<p>Pahamilah hakikat posisi-posisi shalat, dan sesuaikan perasaan dengan hakikat posisi-posisi shalat tersebut :</p>
<p>NIYAT.<br />
Kalau boleh saya menambahkan kalimat niyat, akan saya tambahkan “Saya berniyat shalat …… dengan khusyu’”, karena demikian pentingnya KHUSYU&#8217; dalam shalat. Niyatkan dan azamkan bahwa kita akan shalat dengan khusyu’. Kemudian, jaga dalam setiap rakaat agar selalu khusyu’ dan waspadalah terhadap bisikan syaithon terkutuk yang selalu ingin memalingkan kita dari khusyu’. Niyatkan bahwa kita mencadangkan, misalnya 30 menit kedepan, untuk menghadap Allah, dan tidak mau diganggu dengan urusan-urusan keduniaan apapun.</p>
<p>TAKBIRATUL IHRAM<br />
Mengucapkan Allahu Akbar berarti mengagungkan Allah, hanya Allah yang besar dan yang lainnya kecil. Kecilkanlah semua urusan dunia yang kerap mengganggu shalat. Biarkan pikiran dan perasaan kita dipenuhi oleh ingat kepada Allah, dan jangan biarkan ada hal yang lain.</p>
<p>Berikut ini adalah perasaan yang harus muncul dan dikondisikan pada setiap gerakan-gerakan shalat. Lebih baik jika perasaan kita sudah mulai disiapkan dan dikondisikan sebelum gerakan dimulai. Sehingga ketika melakukan gerakan shalat, sudah diikuti dengan segenap perasaan. Misalnya, nikmatilah dengan perlahan saat-saat penuh nikmat ketika kita menjatuhkan tubuh saat akan sujud. Lakukanlah semua dengan thu’maninah.</p>
<p>BERDIRI (Reorientasi, siap menerima arahan)</p>
<p>Posisi berdiri adalah posisi menghadap Allah SWT, posisi siap mendapatkan arahan, pengajaran dari Al-Quran. Seperti seorang prajurit yang siap mendapatkan perintah dan arahan dari komandannya.<br />
Sebelumnya kita lebih dahulu diluruskan orientasi hidup kita dengan do’a iftitah “<em>Innas-shallatii wanusuki wa mahyaaya wa mamaati liLlahi Rabbil-’alamin</em>&#8221; (Sesungguhnya sholatku ibadahku hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam) dan Surah Al-Fatihah &#8220;<em>IyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’ien</em>&#8221; (hanya kepada-Mu aku mengabdi dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan).</p>
<p>TAKBIR</p>
<p>Setiap gerakan diselingi dengan takbir. Takbir menjaga kita agar tetap khusyu’ dan membuang hal-hal yang mendominasi pikiran dan perasaan kita sewaktu shalat. Takbir menyadarkan bahwa semua pikiran yang hadir mengganggu adalah hal dunia yang “remeh temeh” yang tidak ada artinya, dan harus kita buang dan usir dan biarkan hanya Allah yang mendominasi pikiran dan perasaan kita, <em>Allahu Akbar…</em></p>
<p>RUKU’ (Tunduk, ta’at, merendahkan diri)</p>
<p>Posisi ruku’ adalah posisi tunduk, siap ta’at, merendahkan diri, siap diatur.<br />
Setelah menerima pengarahan sebelumnya, maka dalam posisi ruku’ ini rasakan ketundukan dan keta’atan kita. Kita sebagai manusia yang jahil dan faqir tidak ada apa-apanya dihadapan Allah. Buanglah semua kesombongan diri, kesombongan pikiran dan kesombongan intelektual. <em>Subhana Rabbiyal-’Azhiem….</em> (Maha Suci Allah yang Maha Agung).</p>
<p>I’TIDAL (memuji)</p>
<p>I’tidal atau bangkit dari ruku’. Setelah menyerahkan ketundukan dan kepatuhan, serta membuang semua kesombongan, dan menyerahkan semua pujian hanya Allah yang berhak menerimanya, <em>Rabbanaa wa Lakal-hamd</em>… (Ya Tuhan kami  hanya untuk-Mu lah segala pujian).</p>
<p>SUJUD (menghamba, penyerahan diri)</p>
<p>Posisi sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Sang Khaliq. Inilah posisi puncak penghambaan, posisi penyerahan diri. Ketahuilah, kedudukan paling mulia di dunia ini adalah menjadi hamba Sang Pencipta.<br />
Kepala kita letakkan di posisi paling rendah bahkan lebih rendah dari bokong kita. Rasulullah menasehati shahabat yang ingin masuk surga dengan: “Perbanyaklah sujud”. Posisi ini menisbikan diri dihadapan Pencipta.<br />
Posisi sujud merupakan posisi berserah diri, menyerahkan pengaturan kepada Allah, karena kita yakin jika kita menyerahkan pengaturan kepada Allah maka Allah SWT akan memberikan pengaturan terbaik kepada kita.<br />
<em>Subhana Rabbiyal-A’laa</em> (Maha Suci Allah yang Maha Tinggi).</p>
<p>DUDUK (bersimpuh mengadukan masalah)</p>
<p>Ini adalah posisi seorang hamba duduk bersimpuh dihadapan Raja-nya. Mengadukan semua masalah dan kesulitan hidup. Adukan seluruh masalah Anda dengan sepenuh perasaan, sepenuh jiwa, hingga air mata mengalir tidak terbendung. Anda bisa ulangi berkali-kali aduan Anda. Bisa jadi, saat tertentu kita lebih fokus pada <em>warzuqnii</em> (karuniakanlah aku rizqi) dan bisa jadi pada saat yang lain kita lebih fokus pada <em>wa’aafinii</em> (sehatkanlah aku). Rasakan sensasinya. Inilah ekstasi jiwa yang sungguh merupakan puncak kenikmatan.</p>
<p>ATTAHIYAT</p>
<p>Inilah saat mengakui bahwa seluruh kehormatan, keberkatan adalah milik Allah. Dan Allah memberikan keselamatan, rahmat dan keberkahan kepada Nabi mulia SAW, namun Nabi kita ini mengingingkan keselamatan, rahmat dan keberkahan ini diberikan kepada kita ummatnya. Rasakan cinta dan kasih sang Nabi kepada kita.</p>
<p>Perbaharui syahadat kita ketika mengucap Dua Kalimat Syahadat, bahwa hanya ada Allah satu-satunya Tuhan yang mendominasi pikiran, perasaan dan hidup kita.<br />
Munculkan rasa cinta dan rindu kepada Rasulullah SAW ketika membca shalawat kepadanya. Perkuat rasa cinta itu, karena engkau akan dikumpulkan dengan orang-orang yang engkau cintai.</p>
<p>SALAM</p>
<p>Ucapkan salam dengan senyum penuh cinta kepada orang-orang di sekeliling, dan kepada para malaikat di sekeliling kita, insya Allah para malaikat pun menjawab salam kita.</p>
<p>EVALUASI</p>
<p>Evaluasilah shalat kita setiap habis melaksanakan shalat. Beri nilai, berapa % (range 0 – 100) kita bisa khusyu’. Bersyukurlah kepada Allah jika nilai khusyu’ kita bagus dan beristighfarlah kalau masih kurang bagus. Dan tekadkan untuk senantiasa lebih khusyu’ lagi pada shalat yang akan datang. Wallahu a’lam. (http://agungyulianto.net)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=169</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berserah Diri pada Rancangan Allah (Ibn &#8216;Athaillah)</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=158</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=158#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 01:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[al sakandari]]></category>
		<category><![CDATA[berserah diri]]></category>
		<category><![CDATA[ibn athaillah]]></category>
		<category><![CDATA[tawakal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[    
Sesungguhnya kau tidak mengetahui akhir dan akibat dari setiap urusan. Mungkin kau bisa mengatur dan merancang sebuah urusan yang baik menurutmu. Tetapi ternyata urusan itu berakibat buruk bagimu. Mungkin saja ada keuntungan di balik kesulitan dan sebaliknya, banyak kesulitan di balik keuntungan. Bisa bahaya datang dari kemudahan dan kemudahan datang dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <o:OfficeDocumentSettings> <o:AllowPNG /> </o:OfficeDocumentSettings> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves>false</w:TrackMoves> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:DrawingGridHorizontalSpacing>18 pt</w:DrawingGridHorizontalSpacing> <w:DrawingGridVerticalSpacing>18 pt</w:DrawingGridVerticalSpacing> <w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery>0</w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery> <w:DisplayVerticalDrawingGridEvery>0</w:DisplayVerticalDrawingGridEvery> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:DontGrowAutofit /> <w:DontAutofitConstrainedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> </w:Compatibility> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="276"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--  /* Font Definitions */ @font-face 	{font-family:Cambria; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Cambria; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page Section1 	{size:595.0pt 842.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> <!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--> <!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sesungguhnya kau tidak mengetahui akhir dan akibat dari setiap urusan. Mungkin kau bisa mengatur dan merancang sebuah urusan yang baik menurutmu. Tetapi ternyata urusan itu berakibat buruk bagimu. Mungkin saja ada keuntungan di balik kesulitan dan sebaliknya, banyak kesulitan di balik keuntungan. Bisa bahaya datang dari kemudahan dan kemudahan datang dari bahaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Mungkin saja anugerah tersimpan dalam ujian dan cobaan tersembunyi di balik anugerah. Dan bisa jadi kau mendapatkan manfaat lewat tangan musuh dan binasa lewat orang yang kau cintai. Orang yang berakal tidak akan ikut mengatur bersama Allah karena ia tidak mengetahui mana yang berguna dan mana yang berhahaya bagi dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Syekh Abu al-Hasan rahimahullah berkata, &#8220;Ya Allah, aku tidak berdaya menolak bahaya dari diri kami meskipun datang dari arah yang kami ketahui dan dengan cara yang kami ketahui. Lalu, bagaimana kami mampu menolak bahaya yang datang dari arah dan cara yang tidak kami ketahui?!&#8221;<span id="more-158"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Cukuplah untukmu firman Allah, &#8220;Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik untuk kalian. Bisa jadi kalian mencintai sesuatu padahal ia buruk untuk kalian. Allah mengetahui, sementara kalian tidak mengetahui.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Sering kali kau menginginkan sesuatu, namun Dia memalingkannya darimu. Akibatnya, kau merasa sedih dan terus menginginkannya. Namun, ketika akhir dan akibat dari apa yang kauhasratkan itu tersingkap, barulah kau menyadari bahwa Allah SWT melihatmu dengan pandangan yang baik dari arah yang tidak kauketahui dan memilihkan untukmu dari arah yang tidak kauketahui. Sungguh buruk seorang hamba yang tidak paham dan tidak pasrah kepada-Nya.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Diceritakan bahwa ada seorang arif, yang ketika ditimpa musibah, berkata, &#8220;Tak apa-apa, itu baik.&#8221; Pada suatu malam, seekor srigala datang dan memakan ayamnya. Ketika diberitahu, la menjawab, &#8220;Tidak apa-apa.&#8221; Di malam berikutnya anjingnya mati. Saat diberi tahu ia menjawab, &#8220;Semuanya baik-baik saja.&#8221; Lalu esok harinya keledainya juga mati. la tetap berkata, &#8220;Tak apa.&#8221; Keluarganya tidak menyukai jawaban itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Namun, pada malam berikutnya, sekelompok orang menyerang desa itu dan membunuh semua penduduknya. Tidak ada yang selamat kecuali si arif dan keluarganya. Ternyata, gerombolan itu mendatangi penduduk mengikuti suara ayam, gonggongan anjing, dan bunyi keledai. Sementara, si arif itu tak lagi memilikinya. Kematian hewan-hewan itu menjadi sebab keselamatannya. Mahasuci Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Bijaksana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Seorang hamba menyadari baiknya pengaturan Allah setelah suatu peristiwa berlalu. Itulah sifat manusia kebanyakan. Berbeda dengan kalangan khusus yang memahami Allah dan mengetahui baiknya pengaturan Allah sebelum peristiwa itu berlalu. Kalangan khusus ini pun terbagi ke dalam beberapa tingkatan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ada orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt sehingga mereka berserah diri kepada-Nya karena Dia telah banyak memberikan anugerah dan karunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ada yang berbaik sangka kepada Allah Swt karena mengetahui bahwa merisaukan nasib dan ikut mengatur tidak akan mampu menolak ketentuan yang telah ditetapkan atas dirinya dan tidak akan mendatangkan apa yang bukan bagiannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Ada pula orang yang berbaik sangka kepada Allah Swt karena memahami hadis qudsi, &#8220;Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">la terus berbaik sangka kepada Allah Swt seraya bekerja dan berusaha dengan harapan Allah akan memperlakukannya sesuai dengan prasangkanya yang baik. Dan, Allah berbuat kepadanya sesuai dengan prasangkanya. Allah telah memudahkan karunia bagi orang beriman sesuai dengan prasangka mereka. Dia berfirman, &#8220;Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tingkatan paling tinggi adalah orang yang menyerah dan pasrah kepada Allah Swt karena menyadari bahwa sikap itulah yang layak ia jalani, bukan karena mengharapkan kebaikan bagi dirinya.<br />
(Dikutip dari al-Tanwir fi isqath al-tadbir, karya Ibn ‘Athaillah al-Sakandari).</p>
<p><!--EndFragment--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=158</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Menikmati Qiyamul Lail hingga Batu dan Permata Terlihat Sama</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=155</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=155#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 23:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat ma'rifat]]></category>
		<category><![CDATA[qiyamul lail]]></category>
		<category><![CDATA[taqarrub ilallah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tabi&#8217;in berkata, &#8220;Sungguh jika tiada sepertiga malam terakhir, aku tidak betah hidup di dunia ini&#8221;. Mereka benar-benar mereguk kenikmatan tiada tara saat berkhalwat dengan Tuhannya. Namun mengapa kita belum bisa merasakannya?
Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kitapun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan mujahadah (kesungguhan) melawan kantuk dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang tabi&#8217;in berkata, &#8220;Sungguh jika tiada sepertiga malam terakhir, aku tidak betah hidup di dunia ini&#8221;. Mereka benar-benar mereguk kenikmatan tiada tara saat berkhalwat dengan Tuhannya. Namun mengapa kita belum bisa merasakannya?</p>
<p>Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kitapun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan mujahadah (kesungguhan) melawan kantuk dan dinginnya malam. Namun, berkali-kali juga kita mengalami futur (lalai), tidak dapat lagi melaksanakan qiyamul-lail.<span id="more-155"></span></p>
<p>Ma&#8217;lumat dan pemahaman perihal keutamaan Qiyamul-Lail sudah sama-sama mafhum. Jika belum silahkan googling saja dengan keyword &#8220;qiyamul lail&#8221;, atau mampir toko buku maka akan kita jumpai puluhan buku tentang keutamaan qiyamul-lail. Namun mengapa demikian berat untuk taf&#8217;il (melaksanakan) Qiyamul Lail tersebut?</p>
<p>Menurut saya, sebabnya adalah karena kita belum dapat menikmatinya. Sehingga pikiran bawah sadar kita masih merasakan bahwa qiyamul-lail itu beban yang berat.</p>
<p>Waktu sepertiga malam, saat dimana bumi mengeluarkan gelombang kekhusyu&#8217;an (alfa), sebagaimana firman Allah &#8220;Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu&#8217;) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan&#8221; (Al-Muzammil 6). Seharusnya, saat-saat inilah zikir dan bacaan Al-Quran kita lebih berkesan, hati lebih mudah bergetar ketika Asma Allah disebut. Jiwa kita lebih bening sebening embun pagi di dedaunan. Air mata lebih mudah meleleh bahkan tertumpah dan tak kuasa kita hentikan. Hati menjadi halus dan lembut, sehingga hijab kita dengan Allah semakin transparan. Pendeknya inilah surga dunia yang telah dinikmati oleh para shahabat, tabi&#8217;in dan salafus salih. Maukah kita memperolehnya?</p>
<p>Mengapa kita belum bisa menikmati Qiyamul Lail? Mungkin karena kita kurang &#8220;Mujahadah&#8221; (memaksakan diri). Ya, betul&#8230; Namun bukan itu maksud saya. Bisa jadi pada waktu-waktu yang lalu kita sudah mujahadah, namun lagi-lagi giliran futur itu datang.</p>
<p>Kita sulit qiyamul-lail dan hati kita mati karena kita masih melakukan banyak ma&#8217;shiyat dan dosa. Bukankah ma&#8217;shiyat dan dosa akan menimbulkan noktah hitam di hati hingga hati kita menjadi kasat dan mati. Do&#8217;a yang kita panjatkan tidak diistijabah oleh Allah SWT. Ya, betul sekali, sangat tepat&#8230;! Tapi saya ingin berangkat dari prespektif lain.</p>
<p>Prespektif lain itu adalah, kita tidak dapat menikmati qiyamul-lail, dan masih banyak melakukan ma&#8217;shiyat adalah karena &#8220;kita belum mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT&#8221;. Hati kita masih diisi oleh selain Allah, masih jauh dari Allah.</p>
<p>Mari pertama-tama kita niatkan dan azamkan diri kita bahwa kita sangat ingin untuk taqarrub mendekatkan diri kepada-Nya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Allah bersabda, &#8216;Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka. Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan Diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan Diri padanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil&#8221;.</p>
<p>Waktu-waktu di keseharian kita, masih sunyi dari zikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Siapa yang duduk dalam suatu tempat, lalu disitu ia tak berzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan&#8221; (HR Abu Dawud). Dalam keseharian kita, di ketika mandi, di perjalanan kantor, istirahat, hati dan pikiran kita tidak zikir kepada Allah dan lantas diisi oleh selainnya. Bahkan! bangun tidur kita lupa berdo&#8217;a, masuk dan keluar kamar mandi lupa berzikir, selesai makan lupa memuji dan berterima kasih kepada-Nya. Astaghfirullahh&#8230; beristighfarlah berulang kali saudaraku. Rasakanlah penyesalan dan biarkan air matamu meleleh&#8230;</p>
<p>Mulai detik ini isilah setiap relung hati dan celah pikiran dengan zikir kepada Allah. Di setiap waktu dalam 24 jam hidup kita isilah dengan zikir. Jika kita melakukannya, bahkan dalam tidurpun kita tetap bermimpi berzikir dan bershalawat. Banyak zikir-zikir singkat, seperti dua kalimat yang paling berat di sisi Allah, yaitu, &#8220;SubhanaLlahi wabihamdihi&#8230; SubhanaLlahil-azhiem&#8230;&#8221;. Atau dengan beristighfar, &#8220;Astaghfirullah&#8230; astaghfirullah&#8230;&#8221;, bertasbih, &#8220;Subahanallahi&#8230; subhanallahi&#8221;. Bahkan cukup dengan menyebut asma Allah, &#8220;Allah&#8230; Allah&#8230; atau Yaa Allah.. Ya Allah&#8221;. Lakukanlah dimanapun, dan kapanpun, bahkan multitasking sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari. Jika ada waktu senggang, zikir yang paling utama adalah Al-Quran. Membaca Al-Quran, mentadabburinya, menghafalnya, mengulang hafalan atau bahkan sekedar mendengarkan kaset murattal AlQuran sambil kita mengendarai kendaraan.</p>
<p>Zikir ini akan mengikis dosa dan kotoran jiwa, seperti mengikis karat hingga kemilau emas muncul kembali. Dengan sendirinya, zikir akan mencegah kita berbuat dosa dan ma&#8217;shiyat lagi. Ketika kita akan berbuat sesuatu yang dilarang Allah, hati yang telah dipenuhi Asma Allah akan otomatis menolaknya.</p>
<p>Zikir akan semakin menghaluskan hati kita. Semakin memudahkan kita menangis dalam berbagai kondisi. Semakin memahami hakikat dan semakin ma&#8217;rifat kepada Allah. Suatu ketika ada sekelompok shahabat yang telah mengalami kehausan karena kehabisan minuman dalam perjalanan safar berhari-hari. Ketika mereka menemukan sebuah sumber air, segera mereka minum dan membasahi muka sepuas-puasnya. Namun ada seorang shahabat yang justru ketika ia akan mengambil air ia menangis sesenggukan. Shahabat lain pun bertanya, &#8220;Mengapa engkau menangis padahal Allah memberikanmu minuman pada saat kehausan?&#8221;.</p>
<p>Shahabat tersebut berkata, &#8220;Ketika aku membaca do&#8217;a &#8220;Allahumma bariklana fii maa razaqtana waqina adzabannaar&#8221;, terbayang olehku penduduk neraka yang lebih haus dariku namun diharamkan padanya meminum air sedikitpun. Firman Allah: &#8220;Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: &#8220;Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu&#8221;. Mereka (penghuni surga) menjawab: &#8220;Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (Al-A&#8217;raaf: 50). Subhanallah, shahabat tersebut mampu menangkap hakikat kalimat &#8220;waqina adzabannar&#8221; dalam do&#8217;a mau makan dan minum, karena ia selalu berzikir mengingat Allah.</p>
<p>Jika dalam setiap tarikan nafas kita selalu berzikir, dalam setiap langkah kita diikuti dengan zikir, maka akan muncul banyak keajaiban dalam hidup kita. Allah akan mengaruniai limpahan kenikmatan yang menisbikan kenikmatan dunia. Barulah kita bisa memahami kisah dalam hadits berikut :</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Haritsah RA berkata kepada Rasulullah SAW, &#8220;Pagi ini, saya menjadi mukmin yang sebenarnya&#8221;. Beliau berkata kepadanya, &#8220;Seorang Mukmin yang benar itu memiliki hakikat. Lantas apa hakikat dari keimananmu?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Saya jauhkan diriku dari dunia, hingga di mataku BATU dan PERMATA terlihat sama&#8230;.&#8221;</p>
<p>Subahanallah&#8230; batu dan permata terlihat sama. Espass dan Alphard terlihat sama!</p>
<p>Kita lanjutkan haditsnya:</p>
<p>&#8220;&#8230; Saya seakan-akan melihat singgasana Tuhanku tampak nyata. Saya seakan-akan melihat penduduk surga bersenang-senang di dalam surga dan penduduk neraka disiksa di dalam neraka.&#8221; Beliau SAW berkata, &#8220;Hai Haritsah, kamu telah mengetahuinya. Karena itu, istiqomahlah&#8221;. Inilah mungkin yang dalam tasawuf disebut &#8220;Kasyaf&#8221;.</p>
<p>Saudaraku, mari hidupkan hati, lembutkan jiwa dengan selalu berzikir kepada Allah SWT. Barulah kita bisa menikmati indahnya dan nikmatnya Qiyamul Lail. Berikutnya kita akan merasakan berbagai kenikmatan spiritual dan ayat-ayat keajaiban Allah dalam hidup kita.</p>
<p>Mari penuhi hidup kita dengan zikir, dan perhatikan apa yang akan terjadi (http://agungyulianto.net)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=155</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zuhud&#8230;.</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=143</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=143#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[zuhud]]></category>
		<category><![CDATA[zuhud dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan membuang harta. Akan tetapi, zuhud terhadap dunia adalah lebih mengharapkan yang ada disisi Allah daripada yang ada di tangan kita. Jika ditimpa musibah, maka kita lebih berharap untuk mendapat pahala (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Idris Al-Khaulani RA).
Zuhud adalah amalan hati. Abu Sulaiman Ad-Darany berkata: &#8220;Janganlah kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan membuang harta. Akan tetapi, zuhud terhadap dunia adalah lebih mengharapkan yang ada disisi Allah daripada yang ada di tangan kita. Jika ditimpa musibah, maka kita lebih berharap untuk mendapat pahala (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Idris Al-Khaulani RA).<span id="more-143"></span></p>
<p>Zuhud adalah amalan hati. Abu Sulaiman Ad-Darany berkata: &#8220;Janganlah kamu berkata seseorang itu orang yang zuhud, atau seseorang itu tidak zuhud, karena zuhud itu tempatnya di hati&#8221;.</p>
<p>Orang yang berpakaian lusuh belum tentu zuhud, karena bisa jadi dia mencuri karena uang Rp 10.000. Di lain pihak, orang yang necis dan bermobil bagus belum tentu tidak zuhud, siapa yang tahu apa isi hatinya?</p>
<p>Namun perlu diingat, bahwa salah satu definisi ZUHUD: <em>hariitsun &#8216;alaa maa yanfa&#8217;uh</em>. Getol terhadap apa-apa yang bermanfaat. Jadi ZUHUD bukanlah miskin kinerja.</p>
<p>Orang Zuhud mempu memperoleh dunia, namun ia tinggalkan untuk mengejar akhirat. Beda dengan orang yang terpaksa miskin karena malas. Wallahu a&#8217;lam. (Agung Yulianto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=143</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Kepemimpinan 01</title>
		<link>http://agungyulianto.net/?p=140</link>
		<comments>http://agungyulianto.net/?p=140#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan efektif]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungyulianto.net/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Jika kinerja orang tidak berubah atau tidak meningkat dengan atau tanpa kehadiran Anda, maka Anda belum menjalankan peran Kepemimpinan.
Jangan sia2kan waktu Anda. Hari ini, kepemimpinan berati memberi ide brilian pada rapat. Esok, mungkin kepemimpinan adalah memberi senyum hangat dan jabat tangan untuk staf Anda. Lusa, menunjukkan kepada karyawan bagaimana dia bisa menaikkan produktivitas tanpa menambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="UIIntentionalStory_Message"><span style="font-weight: normal;">Jika kinerja orang tidak berubah atau tidak meningkat dengan atau tanpa kehadiran Anda, maka Anda belum menjalankan peran Kepemimpinan.</span></h3>
<h3 class="UIIntentionalStory_Message"><span class="UIStory_Message"><span style="font-weight: normal;">Jangan sia2kan waktu Anda. Hari ini, kepemimpinan berati memberi ide brilian pada rapat. Esok, mungkin kepemimpinan adalah memberi senyum hangat dan jabat tangan untuk staf Anda. Lusa, menunjukkan kepada karyawan bagaimana dia bisa menaikkan produktivitas tanpa menambah jam kerja. Kepemimpinan melibatkan berbagai kegiatan harian utk mencapai tujuan dan melakukan terobosan&#8230;</span></span></h3>
<p><span class="UIStory_Message"><span style="font-weight: normal;">(Disarikan dari The Complete Ideal&#8217;s Guides of Leadership, Andrew J. Dubrin)</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungyulianto.net/?feed=rss2&amp;p=140</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
