Zuhud….
Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan membuang harta. Akan tetapi, zuhud terhadap dunia adalah lebih mengharapkan yang ada disisi Allah daripada yang ada di tangan kita. Jika ditimpa musibah, maka kita lebih berharap untuk mendapat pahala (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Idris Al-Khaulani RA).
Zuhud adalah amalan hati. Abu Sulaiman Ad-Darany berkata: “Janganlah kamu berkata seseorang itu orang yang zuhud, atau seseorang itu tidak zuhud, karena zuhud itu tempatnya di hati”.
Orang yang berpakaian lusuh belum tentu zuhud, karena bisa jadi dia mencuri karena uang Rp 10.000. Di lain pihak, orang yang necis dan bermobil bagus belum tentu tidak zuhud, siapa yang tahu apa isi hatinya?
Namun perlu diingat, bahwa salah satu definisi ZUHUD: hariitsun ‘alaa maa yanfa’uh. Getol terhadap apa-apa yang bermanfaat. Jadi ZUHUD bukanlah miskin kinerja.
Orang Zuhud mempu memperoleh dunia, namun ia tinggalkan untuk mengejar akhirat. Beda dengan orang yang terpaksa miskin karena malas. Wallahu a’lam. (Agung Yulianto)
Related Posts
If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!
agungy on November 4th, 2009 | File Under Personality, Spiritual | 3 Comments -
November 4th, 2009 at 12:30 pm
Awb..kunjungan pertama…tanya tadz, lantas kenapa Rasul yang jadi rujukan zuhud justru meninggalkan dunia ketika masa nubuwah?? atau Umar ibn abd azis berkurang pendapatannya ketika menjadi khalifah? Pendapat saya, harus ada keberanian macam beliau ” Jika rakyatku kenyang, akulah yang terakhir merasakan, jika rakyatku lapar, akulah yang pertama kali merasakan”. Dengan pakaian necis, yang mungkin saja mahal…saya kira sulit untuk dikatakan zuhud….
November 4th, 2009 at 2:28 pm
Bagaimana dengan sayydina Utsman RA? Yg dicontohkan oleh Umar b Abd Aziz dan Rasulullah SAW adalah keutamaan. Namun tidak dilarang juga hidup dengan wajar. قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ (Al-A’raf 32)
Orang yang bisa mengambil dunia 10 tapi dia hanya nikmati 5, inilah Zuhud. Tinggal ukurannya 5 atau 2 inikan relative.
November 4th, 2009 at 8:13 pm
insya allah materi dari mas agung bisa saya sampaikan lg di jama’ah liqo.saya setuju sekali kalau ukuran zuhud tidaknya seseorang bukan dilihat dari seberapa miskin atau sederhananya gaya hidup,lebih cenderung pada hati ( dari hati akan terbentuk pula perbuatan).menurut saya zuhud dalm hati dan tindakan .tetap kaya dan bermartabat dalam kekayaan,ikhlas dlm beramal.dapat membentuk pencitraan diri yg lebih dihormati bagi umat musli,(izzahtul muslimin).jazk.wasslm