4W 1H tentag Surga
Tulisan yang cantik dan komprehensif tentang Surga, diambil dari Al Quran dan Hadits-hadits Rasulullah SAW, semoga membangkitkan kerinduan kita memasukinya.
What?
Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih.
Cahaya surga itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak.
Di sana terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir.
Di surga terdapat Ghuraf yakni bangunan transparan yang tinggi,diberikan bagi mereka yang baik ucapannya, suka memberi makan,berpuasa dan shalat malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.
Penghuni surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara yakut atau apa saja yang diinginkannya.
Aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun.
Luasnya Pintu Surga seluas baina Makkata wa Hajaro au Hajaro wa Makkata, seperti jauhnya Makkah keHajar (kurang lebih 1160 km). Namun kelak akan berdesak-desakan manusia didepannya.
Kunci pembuka pintu surga adalah kalimat syahadah. Jalan menuju padanya hanya satu yakni Islam.
Pintu-pintu di surga itu transparan bagian dalamnya terlihat luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam.. Ia bisa diajak bicara, artinya bisa menutup dan membukasesuai keinginan penghuninya.
Disurga ada pohon Thuba yang naungannya sejauh perjalanan selama100 tahun. Dari kelopak bunga pohon inilah pakaian ahli surga berasal.
Ada istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak, tanaman-tanaman, berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi.
Makanan: Hidangan pertama penduduk surga adalah sekerat daging dari hati ikan paus dan minumannya adalah salsabila. Setelah itu mereka makan daging sapi jantan.
Di surga terdapat pohon Thalhu, bidara yang durinya diganti dengan munculnya buah-buahan yang 1 butirnya memiliki 70 rasa yang berbeda.
Jika mereka melihat ke arah burung surga den tertarik kepadanya, maka dengan segera burung itu jatuh ke hadapannya dalamkondisi masak dan siap dimakan. Sementara itu 70 piring beragam corakyang berbeda antara satu dengan yanglainnya telah disiapkan.
Minuman: Penduduk surga minum dari sungai-sungai di surga yang hulunya adalah dari surga Firdaus. Mereka juga minum dari sungai al-kautsar yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Ia adalah minuman campuran jahe.
Pakaian: Pakaian ahli surga adalah sundus dan istabraq (sutra bulu halus dan tebal), keluar dari kelopak bunga pohon Thuba dan warnanya bermacam-macam, putih, merah, hijau, kuning, dan hitam. Mereka memakai gelang emas dan perak, mahkota intan berlian yang mutiaranya adalah yakut.
Tempat tinggal: Tempat tinggal penghusni surga berhamparkan permadani yang sangat indah. Ada kemah yang tingginya hingga 60 mil dan setiap sudutnya terdapat istri-istrinya, ada ranjang berderetan yang berhias, bisa merendah ataupun menaik. Tapi ranjang ini bukanlah untuk tidur, karena disurga itu tidak ada tidur sebagaimana dikatakan Nabi: “Tidur itu adalah saudara kematian. Ahli surga tidaklah tidur”. Bagi mereka disediakan sofa al-arikah, yakni sofa pengantin yang dipaduakan dengan ranjang yang berhias. Kamar mereka dari mutiara yakut dan ranjangnya dihias dengan mutiara lu’lu.
Di surga itu ada nyanyian, selain itu pohon-pohonan dan gesekan ranting-rantingnya pun menimbulkan suara-suarayang indah. Juga nyanyian bidadariuntuk suaminya. Ada pula suara tasbih para malaikat yang demikian merdu.
Who?
Orang yang pertama mengetuk pintu Surga adalah Muhammad saw dan umat beliaulah yang akan pertama kali memasukinya. Ada 70.000 orang yang akan memasukinya tanpa hisab, wajahnya bagaikan rembulan, mereka masuk dengan bergandeng tangan.
Penduduk Syurga: Kondisi fisik orang mu’min ketika memasuki surga itu mirip Adam, tingginya 60 hasta, berambut pendek, belum berjenggot, dan matanya bercelak.
Tampilannya bagaikan orang berusia sekitar 30 tahun. Allah menjadikannya seperti itu walaupun ia mati dalam keadaan anak-anak atau pun tua renta. Meskipun makan dan minum penduduk surga itu tidak buang kotoran atau kencing. Makanan dan minumannya dikeluarkan melalui keringat dan sendawanya yang harum.Di tempat tinggal mereka disurga, mereka dilayani oleh pelayan-pelayan yang senantiasa muda.
Isteri-isteri penghuni surga itu muthahharah, yakni bersih dari haid,ingus, ludah, najis, dan tinja. Mereka disebut al-hur karena senantiasa muda,cantik, kulitnya mulus, bagian hitam matanya sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih. Mereka tidak pernah digauli oleh siapapun sebelumnya, dipingit dan selalu perawan. Mereka disebut uruban karena selain cantik juga amat pandai berkomunikasi dan pandai memberikan kepuasan seksual kepada suaminya.Mereka disebut kawaaiba karena—maaf—amat montok payudaranya. Dan disebut huuruniin karena putih kulitnya bagai mutiara. Badan mereka transparan bagaikan yakut
Mereka tidak pernah bosan melakukan—maaf— jima’. Lelaki surga tak pernah ‘loyo’ dan wanita surga tak pernah ’sakit’. Kekuatan mereka dalam berjima’ adalah 100 kali lipat. Disebutkan oleh Nabi bahwa laki-laki penghuni surga itu dapat berjima’dengan 100 perawan dalam satu petang. Mereka tidak pernah lemas, syahwatnya tidak padam.. Di surga bisa juga terjadi kehamilan jika mereka menghendakinya. Tapi kehamilan, menyusui dan tumbuh berkembangnya itu terjadi dalam sesaat.
Ahli surga diberi 2 orang istri dari wanita dunia dan 70 orang istri dari wanita surga. Tapi wanita dunia itu lebih baik dari wanita surga disebabkan ibadahnya ketika di dunia.Di akhirat nanti wanita yang ketika di dunia pernah memiliki lebih dari 1suami, boleh memilih mana yang menurutnya terbaik
Where?
Surga itu berada di langit, tempat yang sangat tinggi. Terdiri dari 100 tingkat, setiap 2 tingkat jauhnya seperti langit dan bumi. Dan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus.Tapi ada satu tempat yang lebih tinggi dan diperuntukkan bagi satu orang saja, tempat itu disebut Al-Wasilah. Nabi sangat berharap bahwa beliaulah yang akan menempatinya.Nama-nama Surga Surga itu bermacam-macam, nama-namanya disebutkan dalam Al-Qur’an diantaranya adalah: Al-Jannah, Darus-salam (negeri sejahtera), Darul Khuldi (negeri kekal), Darul Muqamah (tempat kediaman), Jannatul Ma’wa (tempat tinggal), Adn, dll.
When?
Surga itu telah diciptakan oleh Allah, pada saat Rasulullah melakukan mi’raj Allah telah memperlihatkan surga kepada Rasulullah SAW.
Kedudukan seseorang diakhirat nanti diperlihatkan oleh Allah ketika orang tersebut telah ada di alam barzakh
How?
Bagaimana Meraih syurga, diantaranya adalah:
beriman dan beramal shalih (QS. 2: 25)
beriman dan bertakwa (QS.Yunus:62-64)
istiqamah (QS. Fushilat: 30)
Pengikut kebaikan (QS. Az-Zumar: 17-18)
berhijrah dan berjihad (QS. At-Taubah: 20-21)
menaruh perhatian atas peringatan Allah (QS. Yasin: 11)
Mu’min (QS. Al-Ahzab: 45-47)
Syuhada (Ali Imran: 169)
Orang yang berjual beli denganAllah (QS. At-Taubah: 111)
Orang yang sabar (QS. Al-Baqarah:155-157)
Orang yang khusyu dalam shalat,menjauhi hal yang sia-sia, membayar zakat,menjaga kemaluan, amanah (QS. Al-Mu’minun: 1-11)
Muslim-muslimah yang taat, jujur,sabar, khusyu, bershadaqah, berpuasa,menjaga kemaluannya, rajin berdzikir (QS. Al-Ahzab: 35)
Orang yang bertaubat, memujiAllah, melawat, sujud, amar ma’ruf nahi munkar, memelihara hukum-hukumAllah (QS. At-Taubah: 112)
Orang yang berinfaq saat lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, istighfar (QS. Ali Imran: 133-136).
Beriman dan berjihad (QS. Ash-Shaf: 10-13)
Orang yang takut kepada Allah(QS. Ar-Rahman: 46)
Orang yang menahan hawa nafsu(QS. An-Naziat: 40-41)
Semoga Allah menjadikan kita salah satu dari penghuni surga
Allaahumma innaa nas’aluka ridhookawal jannah, wa na’uudzubika minsakhootika wa-nnaar…Yaa Allah kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan neraka…Amin
Disarikan dari Ringkasan Hadil Arwaah Ila Biladil Afraah
Related Posts
If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!
agungy on June 4th, 2008 | File Under Spiritual | 2 Comments -
June 5th, 2008 at 6:56 am
Subhanallah….sangat memotivasi kita untuk bisa menjadi salah satu penghuni surga, dan tidak bermaksiat hanya untuk kenikmatan sesaat.
July 1st, 2010 at 1:57 pm
Allaahumma innii as-aluka ridhooka wal jannah, wa a’uudzubika min sakhaatika wan naar…Amin