Saya kemarin melakukan rihlah ruhiy (tamasya ruhani) yg paling berkesan dan tidak tertandingi. nikmatnya pasti lebih daripada shopping ke Singapore bahkan bisa lebih dari umroh di Masjidil Haram pada asyrul awakhir. Saya, bersama isteri dan anak-anak tercinta, mengunjungi pinggiran kali Cipinang perbatasan kecamatan Duren Sawit dan Jatinegara. Sebuah kawasan kumuh pinggiran kali, bawah jembatan, daerah banjir …

Saat kami memasuki rumah-rumah mereka, kami merasa memasuki sebuah kotak yang antara living room, ruang tamu, ruang tidur dan dapurnya campur jadi satu … Pengap dan panas … kami berdialog dengan mereka dari hati ke hati … sedih membayangkan mereka yang masih nggak tahu besok lebaran apa nggak … saya membayangkan betapa bahagianya kami yang di rumah selalu ada gula pasir, minyak goreng dll … sedangkan di rumah mereka barang-barang tersebut belum tentu ada. Kami bisa nyaman di rumah dengan WC dan kamar mandi yang bersih dan harum sedangkan mereka? mau ke WC saja mesti jalan beberapa puluh meter, sampai di sana harus ngantri dan bener2 kumuh. Rumah kediaman mereka hampir tiap tahun kebanjiran dan tak jarang rumah mereka tenggelam habis hingga atap rumah.

Yang ironi lagi beberapa tahun yg lalu disitu didirikan gereja dan orang2 muslim miskin itu udah biasa digiring acara ke gereja. Lantas tahun 94 untunglah datang keluarga Zainal yg mencoba membina mereka yang di jalan masuknya itu hampir 100% nasrani, hanya keluarga Zainal lah yg muslim. Dan Alhamdulillah sekarang hampir semua Ibu2 pinggir kali itu mengaji semua, bahkan ada satu keluarga katolik yg kembali masuk Islam. Maaf, saya tidak serta merta menyalahkan rekan-rekan katolik yang telah membantu mereka, tetapi lebih kepada introspeksi diri bahwa kami, saudara-saudara sesama muslim, terlambat untuk mengulurkan tangan.

Dan yg lebih mengharukan, hampir di tiap rumah mereka ada stiker PKS, dan mereka mengenal saya, mungkin dalam acara-acara PKS… Saya sangat sedih karena selama ini, setiap banjir saya cuma berada di atas jembatan belum pernah mengunjungi mereka dari rumah ke rumah. Hingga pada moment indah Ramadhan inilah, saya bersama Pak Zainal dan Bu Zainal berkesempatan mengunjungi mereka door to door. Sayapun sengaja membawa serta anak2, supaya mereka bisa merasakan hidup dan menderitanya orang tak berpunya, agar hati-hati mereka menjadi lebih halus dan agar mereka bisa bersyukur pada Allah.

Ternyata, kami mengalami pengalaman spiritual yang luar biasa, hati menjadi tenang, damai, sejuk, dan lebih bersyukur kepada Allah. Hilanglah kecongkakan dan kesombongan diri, menjadi lebih sadar makna hidup. Alhamdulillah….

Jadi kalo ada yg stress nggak kunjung sembuh, baca quran gak enak, shalat nggak khusyuk … coba deh berinteraksi, kunjungi, makan bareng orang faqir, dan terakhir bersihkan hati kita dengan sedekah … Segera mekanisme syukur kembali bekerja pada diri kita, dan stress hilang seketika. Insya Allah akan muncul cahaya bening di hati … (Ramadhan 1425H)

Related Posts

If you're new here, you may want to subscribe to my RSS feed. Thanks for visiting!

agungy on March 4th, 2008 | File Under Spiritual | 3 Comments -